• JUMLAH PENGUNJUNG

    • 21,625 orang
  • Kami Ada Untuk Anda


    Bermain dan Belajar Bersama

  • facebook

ANAK PINTAR (KONSEP PENGEMBANGAN METHODE PRAKTIS DAN SISTEMATIS)

ANAK PINTAR

(KESEIMBANGAN METODE PRAKTIS DAN METODE SISTEMATIS)

DALAM BELAJAR MATEMATIKA

 

Di Lembaga ANAK PINTAR

Tujuan pendidikan ( mendidik ) anak adalah bukan hanya bermanfaat untuk saat sekarang, tapi juga harus di lihat manfaatnya di masa mendatang. Siapapun setiap orang tua pasti berharap anaknya bisa mengikuti perkembangan seperti anak yang lain bahkan kalau bisa lebih menonjol. itulah fenomena yang terjadi pada orang tua sekarang ini yang berupaya mencarikan solusi agar anak bisa berhasil sesuai dengan harapannya. Mereka (para orang tua) sibuk memilih dan mencari tempat pembelajaran yang kiranya cocok dan pas ( menurut orang tua ) dengan harapan anaknya akan bisa dan mampu mengikuti pembelajaran yang ditawarkan berbagai lembaga belajar dengan segala tawaran yang pastinya sebagai daya tarik agar bisa meraup siswa sebanyak – banyaknya. Padahal hal itu belum tentu pas dan baik buat anaknya, karena pada dasarnya anak akan selalu menuruti apa kehendak orang tua walaupun tak jarang pemaksaan sering pula terjadi.

Beban belajar yang melebihi kapasitas kemampuan anak, akan menumbuhkan stres sehingga tumbuh rasa yang kurang nyaman, bahkan tidak jarang anak akan merasa frustasi kemudian tanpa kita ketahui dan sadari, anak akan melampiaskannya dengan gayanya sendiri, seperti jadi pendiam, jadi over acting, jadi melawan dll. Anak bukannya menyerap pelajaran yang di ajarkan, malah kadang menambah bingung dan bahkan kadang sama sekali tidak paham. Hal semacam ini yang sebetulnya harus disadari oleh orang tua. Sebelum menentukan pilihan tempat belajar kepada anaknya.

A. METODE PEMBELAJARAN

Setiap munculnya metode baru pasti akan berimbas pada pola pikir masyarakat bahwa methode yang lama (konvensional) sudah tidak layak lagi di terapkan atau boleh dikata sudah  ketinggalan jaman. Memang metode baru tersebut biasanya menawarkan bentuk pembelajaran yang lebih efisien baik efisien secara waktu maupun biaya. Methode ini dipakai dengan tujuan agar dalam pembelajarnnya anak akan merasa nyaman dan juga tidak terbebani sehingga proses belajar mengajar akan mudah tercapai.

Disini penulis akan membahas mengenai metode yang dapat mendukung pada pelajaran matematika.

 

METODE PRAKTIS.

Metode praktis adalah metode yang di laksanakan dengan tujuan agar proses pembelajaran tercapai dalam waktu singkat, atau lebih cepat dibandingkan pembelajaran secara sistematis ataupun secara teoritis (konvensional). Hal ini biasanya dilaksanakan di luar kurikulum pendidikan konvensional. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dak teknologi, tidak ketinggalan pula berbagai macam cara di ciptakan dan akhirnya bermunculan beberapa methode untuk menunjang pembelajaran yang lebih praktis dan efisien. Belakangan ini semarak muncul  beberapa methode yang menawarkan berbagai keungulan, seperti methode sempoa, yang mengklaim bisa berhitung sampai beberapa digit dengan cepat dengan alat bantunya, berhitung dengan jari (jari matika, kalkulator tangan, jari smart, jaripintar dll ) yang mengklaim lebih cepat dan mudah dalam  memperkenalkan pembelajaran berhitung (aritmatika) pada anak.

Ada beberapa hal yg perlu di tekankan bahwa pendidikan secara praktis lebih diterapkan pada 2  aspek yaitu pemahaman melihat dan pemahaman kebiasaan. Pendidikan praktis akan cepat terlaksana apabila anak didik (audien) melihat secara langsung bagaimana sebuah pembelajaran dilakukan, seperti contoh dalam methode berhitung sempoa misalnya, anak harus melihat langsung medianya yaitu berupa alat sempoa yang berfungsi untuk menyimpan hasil hitungan, begitu juga dengan methode berhitung jari. Audiens juga harus melihat secara langsung bagaimana media jari itu bekerja sebagai alat hitung. Tanpa melihat langsung media tersebut maka konsep pembelajaran praktis tersebut sulit tercapai. kemudian setelah aspek melihat secara langsung maka anak didik (audien) akan menghafal proses terjadinya konsep berhitung dan menjadikannya sebuah kebiasaan, bukan karena pemahaman. jadi  methode praktis lebih menekankan pada aspek kebiasaan (sesuatu yang bisa dilakukan karena diulang secara terus menerus) bukan pada aspek pemahaman.

Pada dasarnya apa bila berdiri sendiri metode ini tidak cocok di terapkan pada anak. karena akan membentuk pola pikir anak menjadi praktis, dan ini sangat berbahaya bagi kelanjutan belajar anak. Anak akan ketagihan melakukan sesuatu dengan yang hal yang praktis, yang instan dan yang enteng dilakukan. Padahal seharusnya pembelajaran pada usia ini (usia kecerdasan), anak seharusnya di biasakan dengan pembelajaran yang konstruktif dan sistematis. Agar anak melihat dan menyelesaikan segala permasalahan dengan ketelitian dan kehati hatian. Bukan karena kecepatan maupun ketrampilan, tapi karena penguasaan dan pemahaman materi.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya berbagai methode diatas, tak lepas  merupakan bentuk pendidikan yang praktis, yang cepat dan memudahkan dalam menyelesaian berbagai soal soal yang bersifat hitungan ta-ku-ba-ka (tambah, kurang, kali dan bagi ) atau bisa disebut aritmatika. Disini kadang orang tua tidak menyadarinya bahwa methode ini tidak berpengaruh banyak terhadap pelajaran matematika, Cuma sebagai pendukung agar anak bisa mengenal tambah – kurang – kali dan bagi dengan sebuah permainan dan ketrampilan, dan sedikit bantuan otak, karena fungsi pikiran (otak) dan pemahaman sudah diganti dengan media (alat maupun jari) sehingga kerja otak baik kanan maupun kiri tidak begitu berfungsi lagi. Otak cuma bekerja sebagai pencerna bukan sebagai pengambil keputusan, pengambil keputusan adalah media tersebut. Hal ini kalau dilakukan terus menerus dan berlarut larut akan melemahkan fungsi otak yang sesungguhnya. Karena akan terbiasa dibantu oleh sebuah media, sementara kemampuan media itu sangat terbatas, tidak mampu memahami dan menyelesaikan soal atau angka yang bersifat abstrak dan sistematis. Kita jadi ingat kenapa guru jaman dahulu melarang kita menggunakan kalkulator elektrik saat belajar matematika tahap awal sampai tahap menengah, karena para guru mau mengupayakan kerja otak secara maksimal. Tapi sekarang semarak lagi dengan menggunakan bantuan media gaya baru. Karena apapun alasannya pemakaian media tersebut tidak jauh beda fungsinya dengan kalkulator. Memang ada yang beranggapan bahwa kedua tangan dianggap sebagai kerja otak kanan dan otak kiri, tapi menurut pengamatan saya itu adalah kerja media bukan kerja otak.

Hal ini dapat diketahui dengan adanya kerancuan yang sangat mencolok setelah anak diajari pembelajaran berhitung secara praktis tanpa didukung metode pembelajaran yang konstruktif. Anak akan merasa lebih terbebani ketika harus dihadapkan pada pembelajaran yang sistematis (penguasaan materi). Seperti halnya ketika anak hanya di perkenalkan wujud sebuah rumah bahwa rumah itu bentuknya seperti kotak ada kerucutnya, ada jendelanya ada pitunya dan ada juga halamannya. Anak bisa menyebutkan bahwa itu adalah sebuah rumah dengan cepat dan pintar. Tapi ketika dituntut untuk menyebutkan bagaimana rumah itu bisa terjadi dan apa saja pendukung supaya rumah itu bisa berdiri, dan berapa meter luas rumah itu. maka anak akan merasa kesulitan karena sebelumya tidak dibiasakan untuk menyelesaikan persoalan secara materi.

Sama halnya ketika anak sudah menguasai pola berhitung dengan cepat (karena bantuan sebuah media / methode) yang praktis. Anak akan dengan percaya diri menjawab berbagai soal soal yang rumit yang seharusnya itu hanya bisa dikerjakan oleh anak seusia di atasnya, secara tartil dan terampil anak bisa menyelesaikan satu persatu soal itu dengan mudah. Bahkan orang tuanya pun dengan senang dan bangga hati melihat anaknya sudah pinter menyelesaikan soal soal yang rumit untuk anak seusianya. Tapi jangan heran apabila dilain waktu orang tua akan merasa kecewa ketika anaknya tidak bisa menyelesaikan satu soalpun bahkan merasa bingung kenapa methode yang selama ini dipelajari tidak mampu menjawab soal soal tersebut. ketika soal yang dihadapkan sekarang bukan Cuma harus menjawab, tapi harus bisa menguraikan dan menjabarkan. Inilah yang sering terjadi pada anak kita.

Jadi konsep pembelajaran yang praktis tidak menjamin bisa menyelesaikan persoalan yang sistematis.

METHODE SISTEMATIS

Methode sistematis atau biasa sebut methode konstruktif (tersusun) adalah methode yang di laksanakan dengan memberikan pembelajaran secara runtut dan tersusun dari tahap paling awal sampai dengan tahap paling akhir, dari yang termudah sampai yang tersulit sesuai dengan materi pembelajaran yang sedang berlangsung. dengan tujuan anak akan mampu menguraikan bentuk angka, bentuk soal, bentuk gambar, bentuk pertanyaan dan bentuk jawaban. Karena setiap materi mempunyai karakter penyelesaian yang berbeda sesuai tingkat pemahaman dan tingkat kesulitannya.

Methode  ini membutuhkan pemikiran, antara lain berpikir sistematis, logis, kritis yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran matematika, agar anak dapat berpikir secara sistematis, logis, berpikir abstrak, matematis dalam pemecahan masalah, serta melakukan komunikasi dengan menggunakan simbol, tabel, grafik dan diagram yang dikembangkan melalui pembelajaran yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.

Pembelajaran matematika memerlukan media yang sesuai, karena menurut Mulyasa (2005a:47) suatu faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas pembelajaran antara lain belum dimanfaatkannya sumber belajar secara maksimal, baik oleh guru maupun oleh peserta didik.

Matematika menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (2003:6) merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui melalui proses penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat sangat kuat dan jelas.

Dalam pembelajaran matematika agar mudah dimengerti oleh siswa, proses penalaran induktif dapat dilakukan pada awal pembelajaran dan kemudian dilanjutkan dengan proses penalaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa.

Dari beberapa pendapat diatas tentang pengertian media dapat diambil kesimpulan bahwa:

(1) Media adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar yang berfungsi untuk mempermudah penagkapan materi.

(2) Media berperan sebagai perangsang belajar dan dapat menumbuhkan motivasi belajar sehingga siswa tidak menjadi bosan belajar.

(3) Pembelajaran secara praktis akan berdampak pada pola pikir anak dan cara penyelesaian permasalahan (menjawab soal). karena anak akan terbiasa menyelesaikan sesuatu secara praktis.

(4) Pendidikan sistematis harus diajarkan kepada anak untuk menetralisir atau memberdayakan pendidikan praktis. agar anak tahu kapan saatnya menggunakan methode praktis (menggunakan media) dan kapan saatnya menggunakan metode konstruktif (sistematis) dan hal ini tidak bisa sembarangan dalam pengajaran dan penggabungan kedua metode tersebut karena kalau tidak tahu cara pengajarannya, anak aka mengalami kesulitan dalam mencerna pelajaran dan anak akan menjadi semakin bingung.

dan akhirnya kami telah menemukan suatu cara atau methode yang bisa mendukung pembelajaran anak secara praktis dan konstruktif. agar anak bisa menggunakan methode berhitung dengan cepat  dan juga bisa menyelesaikan soal dengan cara sistematis.

“ANAK PINTAR” DAN PEMBELAJARAN TERPADU

Dari uraian diatas dan pengalaman kasus dilapangan penulis mencoba mencari kelemahan dan kelebihannya. setelah melalui tahapan dan pengamatan yang matang secara hati – hati, serius dan terus menerus maka penulis (lembaga bimbel “ANAK PINTAR”) tanpa henti – hentinya bersama – sama mencari formula yang paling tepat untuk menemukan pembelajaran yang maksimal agar mampu diserap dan diterima anak dengan mudah baik secara tematis, praktis maupun sistematis. 

Kami akan berusaha terus bersaing dan menjadi yang terbaik. sesuai dengan tujuan kami yaitu.

“MENCIPTAKAN SISWA YANG BERPIKIR SECARA TEMATIK, PRAKTIS DAN SISTEMATIS”

  • Kontrol terhadap atandar
  • Kontrol terhadap waktu belajar
  • Kontrol terhadap materi pembelajaran
  • Kontrol terhadap kompetensi setiap level

SELAMAT BERGABUNG, COBA DAN BUKTIKAN KEUNGGULAN KAMI.

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: